Agama dan Logika
Selasa, 09 Juli 2013
Akal, Pikiran, dan Dosa
Percayakah Anda, jika punya uang Rp 100.000 lalu ikut kelompok C lantas uang anda jadi Rp 1 milyar? Gunakan logika, Rp 100.000 jadi Rp 1 milyar itu butuh proses, apapun alasannya!
Percayakah Anda, jika ada bayi baru lahir lalu tiba-tiba ia menanggung dosa nenek moyangnya? Gunakan logika, Tuhan adalah Maha Adil, dan karena keadilan itulah Tuhan tidak akan menimpakan [menanggungkan] dosa satu orang pun kepada seorang lainnya, apapun alasannya!
Manusia adalah makhluk yang paling mulia ciptaan Sang Maha Pencipta, karena manusia dianugerahi Akal dan Pikiran. Dan kemuliaan itu akan menjadi hak tiap manusia jika ia menggunakan Akal dan Pikiran sepenuhnya. Muliakah manusia yang tidak menggunakan atau bahkan tidak memiliki Akal dan Pikiran? Tidak memiliki Akal dan Pikiran sama dengan [=] orang gila, sedangkan orang yang tidak menggunakan Akal dan Pikiran berarti menempatkan dirinya sendiri sederajat dengan orang gila. Dimanakah letak kemuliaan orang gila?
Tuhan adalah Sang Maha Pencipta, sedangkan manusia dan segenap alam semesta adalah ciptaan. Samakah derajat sesuatu yang diciptakan dengan Yang Menciptakannya? Samakah sepatu yang diciptakan dengan manusia yang menciptakannya? Samakah derajat ciptaan dengan Peciptanya?
Dosa adalah suatu yang bersifat immaterial [non-materi] yang terbentuk LEWAT PROSES yaitu melalui tindakan, baik tindakan nyata [dilakukan] maupun tak nyata [dipikirkan/dikhayalkan]. Dosa juga memiliki bobot/kadar yang berbeda-beda.
Hapusnya dosa juga terjadi LEWAT PROSES yang tidak bisa diwakilkan, karena siapa yang berbuat dosa maka ia sendirilah yang menanggungnya dan ia sendirilah yang mesti menghapusnya. Dan disitulah Keadilan Tuhan ditunjukkan. Jika si A berbuat dosa terhadap si B, maka ia sendirilah yang harus meminta maaf kepada si B. Jika si B memaafkannya, maka Tuhan pun berkenan mengampunkan dan menghapuskan dosa tersebut. Dengan demikian, masuk akal-lah proses-proses terjadinya dan terhapusnya sebuah dosa. Dengan demikian maka akan tegaklah 'makna' dan 'nilai' dari kemuliaan manusia [sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling mulia] dan kemuliaan Tuhan [sebagal Yang Maha Adil dan Maha Mulia].
Maka jelaslah, jika ada seseorang membujuk Anda untuk menyerahkan uang Rp 100.000 dan menjanjikan akan menjadikannya Rp 1 milyar; berarti orang tersebut beserta anda sedang ditipu daya oleh Akal kalian sendiri dan tentu saja oleh ia yang pertama kali membuat pemikiran yang menipu tersebut.
Begitu pula jika ada kelompok/ komunitas yang mengaku bahwa barang siapa yang bergabung ikut dalam kelompoknya, maka orang tersebut akan dihapus dosanya dan dijamin masuk surga. Maka anda dan beserta kelompok itu sedang ditipu daya oleh Pikiran kalian sendiri dan tentu saja oleh ia yang pertama kali membuat Pemikiran yang menipu tersebut.
Masuk akalkah jika Westerling [seorang algojo pada jaman penjajahan Belanda] yang telah membunuh ratusan ribu rakyat Indonesia tak berdosa, dihapus dosanya dalam sekejap hanya karena bergabung kedalam komunitas/ kelompok tersebut? Masuk akalkah jika George Bush [presiden Amerika] yang telah membunuh ratusan ribu rakyat Irak tak berdosa, dihapus dosanya dalam sekejap hanya karena bergabung kedalam komunitas/ kelompok tersebut? Dimana Keadilan Tuhan?
Gunakanlah Akal dan Pikiran anda sebaik-baiknya dan sewaras-warasnya. Bertuhan ya boleh-boleh saja, tapi jangan membabi buta bahkan sampai menginjak-injak Akal dan Pikiran Anda sendiri. Karena sesungguhnya, Tuhan tidak akan merugikan/ mengabaikan hak manusia dan harkat Kemuliaan dan Kemahaadilan-Nya itu sendiri.
Lantas jika anda menemukan diri Anda sendiri berada dalam lingkungan pikiran dan pemikiran yang tak masuk akal tersebut, sadar dan waspadalah. Dan anda memiliki hak penuh untuk menentukan diri dengan segala kewarasan yang utuh.
Memahami 'pelajaran' seharusnya juga dilandaskan pada logika
Rabu, 16 Januari 2013
Yesus Diklaim Akan Datang 21 Mei 2011
Jumat, 10 Desember 2010, 16:56 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Sebuah papan reklame mendadak bikin heboh. Bagaimana tidak, papan reklame tersebut mengiklankan bahwa pada 21 Mei 2011 mendatang Yesus dikabarkan akan datang.
Berdasarkan WeCanKnow.com, Allison Warden di Raleigh, N. C mengatakan bahwa, website Kristen tersebut berencana untuk memasang sebanyak 50 papan reklame yang berisi pengumuman bahwa Yesus akan datang. Hal itu juga berdasarkan analisis di kitab suci dan silsilah Alkitab.
"Alkitab mengajarkan bahwa Yesus akan kembali pada 21 Mei dan kami ingin mendorong masyarakat untuk kembali kepada kitab suci dan melakukan investigasi sendiri," kata Warden. "Semua informasi dalam Alkitab menunjukkan pada tanggal itu. Allah akan menyelamatkan orang yang tepat sampai saat terakhir," tuturnya.
Papan reklame tersebut dikabarkan sudah terpampang di beberapa tempat, seperti Nashville, Detroit dan Omah, Nebraska. Dalam papan reklame tersebut digambarkan tiga orang menunggangi unta di lautan padang pasir di tengah gelap malam, di sisi langit Bethlehem terlihat satu bintang berkilau, yang diyakini membawa pesan. "Dia akan datang lagi," ujarnya.
Sebanyak 79 persen umat Kristen di Amerika Serikat mengaku mempercayai bahwa Yesus bakal kembali suatu saat nanti. Hal itu merujuk pada survey 2006 lalu yang dilakukan Forum Pusat Kajian Kursi Gereja Agama dan Kehidupan Publik dan Pusat Kajian Kursi Gereja untuk Masyarakat dan Media. Ditambahkan pula, sebanyak 20 persen Kristen di AS juga mempercayai bahwa hal itu akan terjadi dalam kehidupan mereka.
Pastor Senior di 12Stone Church di Lawrenceville, Kevin Myers mengatakan di dalam Alkitab mengatakan bahwa Yesus akan kembali, tetapi tidak dikatakan kapan. "Saya tidak berpikir itu membantu untuk mendefinisikan tanggal dan menaruhnya di luar sana (dalam papan reklame). Hal ini bertentangan dengan Kitab Suci yang mendorong orang untuk membaca," tuturnya.
Redaksi: Djibril Muhammad
Sumber: The Atlanta Journal-Constitution
komentar: "Kecele Bule kan loe?" :v
REPUBLIKA.CO.ID, Sebuah papan reklame mendadak bikin heboh. Bagaimana tidak, papan reklame tersebut mengiklankan bahwa pada 21 Mei 2011 mendatang Yesus dikabarkan akan datang.
Berdasarkan WeCanKnow.com, Allison Warden di Raleigh, N. C mengatakan bahwa, website Kristen tersebut berencana untuk memasang sebanyak 50 papan reklame yang berisi pengumuman bahwa Yesus akan datang. Hal itu juga berdasarkan analisis di kitab suci dan silsilah Alkitab.
"Alkitab mengajarkan bahwa Yesus akan kembali pada 21 Mei dan kami ingin mendorong masyarakat untuk kembali kepada kitab suci dan melakukan investigasi sendiri," kata Warden. "Semua informasi dalam Alkitab menunjukkan pada tanggal itu. Allah akan menyelamatkan orang yang tepat sampai saat terakhir," tuturnya.
Papan reklame tersebut dikabarkan sudah terpampang di beberapa tempat, seperti Nashville, Detroit dan Omah, Nebraska. Dalam papan reklame tersebut digambarkan tiga orang menunggangi unta di lautan padang pasir di tengah gelap malam, di sisi langit Bethlehem terlihat satu bintang berkilau, yang diyakini membawa pesan. "Dia akan datang lagi," ujarnya.
Sebanyak 79 persen umat Kristen di Amerika Serikat mengaku mempercayai bahwa Yesus bakal kembali suatu saat nanti. Hal itu merujuk pada survey 2006 lalu yang dilakukan Forum Pusat Kajian Kursi Gereja Agama dan Kehidupan Publik dan Pusat Kajian Kursi Gereja untuk Masyarakat dan Media. Ditambahkan pula, sebanyak 20 persen Kristen di AS juga mempercayai bahwa hal itu akan terjadi dalam kehidupan mereka.
Pastor Senior di 12Stone Church di Lawrenceville, Kevin Myers mengatakan di dalam Alkitab mengatakan bahwa Yesus akan kembali, tetapi tidak dikatakan kapan. "Saya tidak berpikir itu membantu untuk mendefinisikan tanggal dan menaruhnya di luar sana (dalam papan reklame). Hal ini bertentangan dengan Kitab Suci yang mendorong orang untuk membaca," tuturnya.
Redaksi: Djibril Muhammad
Sumber: The Atlanta Journal-Constitution
komentar: "Kecele Bule kan loe?" :v
Jumat, 28 September 2012
Bukti Sejarah, Logika, dan Pengetahuan
Sejarah telah memberi bukti kepada kita bahwa kemajuan peradaban yang telah dicapai adalah merupakan bukti kebenaran tentang bagaimana manusia menemukan hal-hal yang benar dan yang salah dengan belajar memandang dunia dengan cara yang sepenuhnya rasional. Jaman rasional telah dimulai semenjak masa Socrates dan Plato yang membangun era filsafat, era berfikir rasional.
Namun filsafat masa Socrates dan Plato tidak membawa kemajuan teknologi mesin, mekanika, listrik, dan elektronika. Karena filsafat era tersebut hanya berbasis rasional intuitif. Maka setelah datangnya pemikiran Rene Descartes yang sepenuhnya rasional materialistik dan empirik, lahirlah berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi fisika, mekanika dsb.
Kemajuan teknologi inilah yang menjadi bukti bahwa manusia telah berhasil menggunakan isi kepalanya dengan baik dan benar. Teknologi tidak mungkin terwujud jika manusia salah menggunakan akalnya. Salah satu contoh yang mudah untuk ditunjukkan adalah tentang bagaimana Archimedes menemukan teorinya:
Suatu ketika Archimedes melihat sebuah fenomena gaya melampung di atas air, saat ia melihat tempurung kelapa yang hanyut di sungai. Saat itu ia sadar bahwa ia tengah akan menemukan kaidah-kaidah yang akan menghasilkan teknologi kapal selam (dan/atau kapal laut). Karena itu ia harus menggali pengetahuannya tentang Air (dan tentang daya melampung di atas air). Jadi jika ia ingin mengetahui tentang daya melampung atas air, maka cara memperoleh pengetahuannya adalah dengan mengeksplorasi pengamatan di air (laut), bukan di udara atapun darat. Karena demikianlah seharusnya tindakan yang harus dilakukan. Begitulah logikanya mengajarkan. Tidaklah mungkin jika ia ingin mengeksplorasi pengetahuan tentang air, namun yang dipelajari dan dieksplorasi adalah tentang udara apalagi darat?
Apa maksud kalimat di atas? Maksudnya, tidaklah layak menyepadankan pemahaman makna melihat, mendengar dst antara bagi manusia dengan 'melihat' bagi Tuhan.
Kenapa? Karena itu akan membawa manusia jadi memahami: Tuhan itu seperti manusia! Dan itu merupakan kebodohan/ pembodohan diri, mendangkalkan. Contoh: ia ada di sebelah 'kanan' Tuhan. dst. Di alam semesta ini apa definisi kanan atau kiri? Itu tergantung dari mana posisi anda melihat. Semua tempat bisa menjadi kanan ataupun kiri. Karena itu untuk memahami Tuhan TIDAK bisa dengan melalui pemahaman untuk memahami manusia, sebagaimana telah diingatkan pada paragraf di atas: Kita tidak bisa memahami ilmu tentang udara, dengan mempelajari kaidah-kaidah tentang bumi (darat).
Maka dengan cara yang sama rasionalnya, kita akan mencoba mengungkap pengetahuan tentang eksistensi Ketuhanan —yang bersifat non-fisik, non-materialistik— hingga ke batas-batas maksimal rasio manusia.
Namun filsafat masa Socrates dan Plato tidak membawa kemajuan teknologi mesin, mekanika, listrik, dan elektronika. Karena filsafat era tersebut hanya berbasis rasional intuitif. Maka setelah datangnya pemikiran Rene Descartes yang sepenuhnya rasional materialistik dan empirik, lahirlah berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi fisika, mekanika dsb.
Kemajuan teknologi inilah yang menjadi bukti bahwa manusia telah berhasil menggunakan isi kepalanya dengan baik dan benar. Teknologi tidak mungkin terwujud jika manusia salah menggunakan akalnya. Salah satu contoh yang mudah untuk ditunjukkan adalah tentang bagaimana Archimedes menemukan teorinya:
Suatu ketika Archimedes melihat sebuah fenomena gaya melampung di atas air, saat ia melihat tempurung kelapa yang hanyut di sungai. Saat itu ia sadar bahwa ia tengah akan menemukan kaidah-kaidah yang akan menghasilkan teknologi kapal selam (dan/atau kapal laut). Karena itu ia harus menggali pengetahuannya tentang Air (dan tentang daya melampung di atas air). Jadi jika ia ingin mengetahui tentang daya melampung atas air, maka cara memperoleh pengetahuannya adalah dengan mengeksplorasi pengamatan di air (laut), bukan di udara atapun darat. Karena demikianlah seharusnya tindakan yang harus dilakukan. Begitulah logikanya mengajarkan. Tidaklah mungkin jika ia ingin mengeksplorasi pengetahuan tentang air, namun yang dipelajari dan dieksplorasi adalah tentang udara apalagi darat?
Apa maksud kalimat di atas? Maksudnya, tidaklah layak menyepadankan pemahaman makna melihat, mendengar dst antara bagi manusia dengan 'melihat' bagi Tuhan.
Kenapa? Karena itu akan membawa manusia jadi memahami: Tuhan itu seperti manusia! Dan itu merupakan kebodohan/ pembodohan diri, mendangkalkan. Contoh: ia ada di sebelah 'kanan' Tuhan. dst. Di alam semesta ini apa definisi kanan atau kiri? Itu tergantung dari mana posisi anda melihat. Semua tempat bisa menjadi kanan ataupun kiri. Karena itu untuk memahami Tuhan TIDAK bisa dengan melalui pemahaman untuk memahami manusia, sebagaimana telah diingatkan pada paragraf di atas: Kita tidak bisa memahami ilmu tentang udara, dengan mempelajari kaidah-kaidah tentang bumi (darat).
Maka dengan cara yang sama rasionalnya, kita akan mencoba mengungkap pengetahuan tentang eksistensi Ketuhanan —yang bersifat non-fisik, non-materialistik— hingga ke batas-batas maksimal rasio manusia.
Kamis, 23 Agustus 2012
Logika
Agama hadir diperuntukkan bagi manusia berakal, orang gila [tak berfungsi akalnya] tak membutuhkan agama. Karena itu dalam memilih agama, pertama-tama gunakan dulu logika. Adalah konyol [riddiculous] jika langsung saja beriman tanpa lebih dulu menggunakan logika untuk mencernanya.
Agama itu milik Tuhan, karena Dialah yang mengirimkan kepada manusia berakal melalui para utusan-utusan-Nya dalam beberapa masa. Karena itu, semua utusan-utusan-Nya itu memiliki ciri yang sama: berwujud manusia-manusia berakal, berakhlak mulia, juga merupakan pribadi-pribadi yang dipercaya oleh masyarakat di sekelilingnya bahkan sebelum mereka diangkat menjadi utusan-Nya.
Adalah suatu kekonyolan jika, justru utusan itu yang di sembah, bahkan dianggap/dijadikan sebagai Tuhan!
Di sini akan dibahas secara logika, ilmiah & definitif berbagai hal tentang: the God, the Messenger, the Holy Books, Definition of Praying, etc.
Agama itu milik Tuhan, karena Dialah yang mengirimkan kepada manusia berakal melalui para utusan-utusan-Nya dalam beberapa masa. Karena itu, semua utusan-utusan-Nya itu memiliki ciri yang sama: berwujud manusia-manusia berakal, berakhlak mulia, juga merupakan pribadi-pribadi yang dipercaya oleh masyarakat di sekelilingnya bahkan sebelum mereka diangkat menjadi utusan-Nya.
Adalah suatu kekonyolan jika, justru utusan itu yang di sembah, bahkan dianggap/dijadikan sebagai Tuhan!
Di sini akan dibahas secara logika, ilmiah & definitif berbagai hal tentang: the God, the Messenger, the Holy Books, Definition of Praying, etc.
Langganan:
Komentar (Atom)



