Sejarah telah memberi bukti kepada kita bahwa kemajuan peradaban yang telah dicapai adalah merupakan bukti kebenaran tentang bagaimana manusia menemukan hal-hal yang benar dan yang salah dengan belajar memandang dunia dengan cara yang sepenuhnya rasional. Jaman rasional telah dimulai semenjak masa Socrates dan Plato yang membangun era filsafat, era berfikir rasional.
Namun filsafat masa Socrates dan Plato tidak membawa kemajuan teknologi mesin, mekanika, listrik, dan elektronika. Karena filsafat era tersebut hanya berbasis rasional intuitif. Maka setelah datangnya pemikiran Rene Descartes yang sepenuhnya rasional materialistik dan empirik, lahirlah berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi fisika, mekanika dsb.
Kemajuan teknologi inilah yang menjadi bukti bahwa manusia telah berhasil menggunakan isi kepalanya dengan baik dan benar. Teknologi tidak mungkin terwujud jika manusia salah menggunakan akalnya. Salah satu contoh yang mudah untuk ditunjukkan adalah tentang bagaimana Archimedes menemukan teorinya:
Suatu ketika Archimedes melihat sebuah fenomena gaya melampung di atas air, saat ia melihat tempurung kelapa yang hanyut di sungai. Saat itu ia sadar bahwa ia tengah akan menemukan kaidah-kaidah yang akan menghasilkan teknologi kapal selam (dan/atau kapal laut). Karena itu ia harus menggali pengetahuannya tentang Air (dan tentang daya melampung di atas air). Jadi jika ia ingin mengetahui tentang daya melampung atas air, maka cara memperoleh pengetahuannya adalah dengan mengeksplorasi pengamatan di air (laut), bukan di udara atapun darat. Karena demikianlah seharusnya tindakan yang harus dilakukan. Begitulah logikanya mengajarkan. Tidaklah mungkin jika ia ingin mengeksplorasi pengetahuan tentang air, namun yang dipelajari dan dieksplorasi adalah tentang udara apalagi darat?
Apa maksud kalimat di atas? Maksudnya, tidaklah layak menyepadankan pemahaman makna melihat, mendengar dst antara bagi manusia dengan 'melihat' bagi Tuhan.
Kenapa? Karena itu akan membawa manusia jadi memahami: Tuhan itu seperti manusia! Dan itu merupakan kebodohan/ pembodohan diri, mendangkalkan. Contoh: ia ada di sebelah 'kanan' Tuhan. dst. Di alam semesta ini apa definisi kanan atau kiri? Itu tergantung dari mana posisi anda melihat. Semua tempat bisa menjadi kanan ataupun kiri. Karena itu untuk memahami Tuhan TIDAK bisa dengan melalui pemahaman untuk memahami manusia, sebagaimana telah diingatkan pada paragraf di atas: Kita tidak bisa memahami ilmu tentang udara, dengan mempelajari kaidah-kaidah tentang bumi (darat).
Maka dengan cara yang sama rasionalnya, kita akan mencoba mengungkap pengetahuan tentang eksistensi Ketuhanan —yang bersifat non-fisik, non-materialistik— hingga ke batas-batas maksimal rasio manusia.
Jumat, 28 September 2012
Kamis, 23 Agustus 2012
Logika
Agama hadir diperuntukkan bagi manusia berakal, orang gila [tak berfungsi akalnya] tak membutuhkan agama. Karena itu dalam memilih agama, pertama-tama gunakan dulu logika. Adalah konyol [riddiculous] jika langsung saja beriman tanpa lebih dulu menggunakan logika untuk mencernanya.
Agama itu milik Tuhan, karena Dialah yang mengirimkan kepada manusia berakal melalui para utusan-utusan-Nya dalam beberapa masa. Karena itu, semua utusan-utusan-Nya itu memiliki ciri yang sama: berwujud manusia-manusia berakal, berakhlak mulia, juga merupakan pribadi-pribadi yang dipercaya oleh masyarakat di sekelilingnya bahkan sebelum mereka diangkat menjadi utusan-Nya.
Adalah suatu kekonyolan jika, justru utusan itu yang di sembah, bahkan dianggap/dijadikan sebagai Tuhan!
Di sini akan dibahas secara logika, ilmiah & definitif berbagai hal tentang: the God, the Messenger, the Holy Books, Definition of Praying, etc.
Agama itu milik Tuhan, karena Dialah yang mengirimkan kepada manusia berakal melalui para utusan-utusan-Nya dalam beberapa masa. Karena itu, semua utusan-utusan-Nya itu memiliki ciri yang sama: berwujud manusia-manusia berakal, berakhlak mulia, juga merupakan pribadi-pribadi yang dipercaya oleh masyarakat di sekelilingnya bahkan sebelum mereka diangkat menjadi utusan-Nya.
Adalah suatu kekonyolan jika, justru utusan itu yang di sembah, bahkan dianggap/dijadikan sebagai Tuhan!
Di sini akan dibahas secara logika, ilmiah & definitif berbagai hal tentang: the God, the Messenger, the Holy Books, Definition of Praying, etc.
Langganan:
Komentar (Atom)

